PORA XV Aceh Jaya Terancam Tertunda, Proyek Stadion Utama Mandeg Akibat Efisiensi Anggaran

Kondisi terkini proyek stadion utama calon venue Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Calang, terlihat tanpa aktivitas lanjutan, Selasa 14 April 2026.(Foto: Portalnusa.com/Sams)

PORTALNUSA.com | CALANG — Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Calang, Kabupaten Aceh Jaya, yang dijadwalkan tahun ini terancam mengalami penundaan.

Indikasi ini menguat setelah terjadinya pemangkasan anggaran pada Pemkab Aceh Jaya dalam APBD 2026, menyusul prioritas belanja daerah yang dialihkan untuk penanganan dampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Pantauan di lapangan, Selasa 14 April 2026, tidak terlihat adanya aktivitas lanjutan pada pembangunan stadion utama yang sebelumnya menjadi proyek prioritas penunjang ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Stadion ini direncanakan sebagai venue sentral pelaksanaan PORA, dengan total pagu anggaran Rp74 miliar dari keseluruhan kebutuhan persiapan venue yang diusulkan mencapai Rp250 miliar.

Pada Tahun Anggaran 2025, pembangunan tahap pertama telah direalisasikan sebesar Rp40 miliar. Namun sisa anggaran Rp34 miliar yang direncanakan untuk penyelesaian stadion pada 2026 belum dapat dilanjutkan akibat kebijakan efisiensi belanja daerah.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran sejumlah pihak terkait kesiapan Aceh Jaya sebagai tuan rumah.

Pasalnya, stadion utama merupakan fasilitas vital, selain sejumlah venue cabang olahraga lain yang juga masih membutuhkan penyempurnaan.

Sumber internal menyebutkan, penyesuaian anggaran terpaksa dilakukan karena prioritas belanja difokuskan pada rehabilitasi infrastruktur terdampak bencana serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai penundaan pelaksanaan PORA XV.

Baik Pemkab Aceh Jaya maupun Pemerintah Aceh belum mengeluarkan pernyataan terkait kelanjutan agenda tersebut.

Situasi ini membuat sejumlah persiapan berada dalam posisi tidak pasti, mulai dari kesiapan sarana prasarana olahraga, dukungan teknis panitia, hingga kepastian partisipasi kontingen kabupaten/kota lain di Aceh yang memerlukan kejelasan jadwal sejak jah-jauh hari.

Sejumlah kalangan menilai, apabila pembangunan stadion tidak segera dilanjutkan, peluang Aceh Jaya menggelar PORA sesuai jadwal akan semakin berat. Mengingat pembangunan infrastruktur olahraga berskala besar membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak singkat.

Masyarakat dan pegiat olahraga kini menunggu kepastian sikap pemerintah terkait kelanjutan proyek stadion serta status pelaksanaan PORA XV.

Kepastian ini penting guna menghindari ketidakpastian berkepanjangan terhadap agenda olahraga provinsi tersebut.[]

Berikan Pendapat