Hotel Tempat Menginap Jamaah Haji Indonesia di Makkah Mati Air, PPIH Pastikan Sudah Teratasi

Sekretaris Sektor 7 Daker Makkah, Salamun Ali Mafaz. (Foto: haji.go.id)

PORTALNUSA.com | MAKKAH – Sebuah kabar tidak mengenakkan datang dari jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Pasokan air di Hotel Al Asalah Al Bakkiya, kawasan Misfalah, Makkah sempat terhenti sehingga memunculkan persoalan serius bagi jamaah. Untungnya, persoalan mendasar itu sudah teratasi.

Sekretaris Sektor 7 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Salamun Ali Mafaz, menyampaikan bahwa keluhan (mati air) telah direspons cepat oleh petugas.

“Saya dapat informasi dari kloter (air mati) sekitar pukul 2 pagi (Selasa, 5 Mei 2026). Kami langsung bergerak karena air itu kebutuhan dasar,” ujar Salamun saat ditemui di Hotel Al Asalah Al Bakkiya, sebagaimana dilansir haji.go.id.

Ia menegaskan, tim segera turun tangan untuk memastikan layanan kembali pulih. Begitu menerima laporan, petugas langsung berkoordinasi dengan penghubung akomodasi dan manajemen hotel.

“Begitu ada laporan, langsung kami tindak lanjuti. Kami tidak abai,” tegasnya.

Menurut Salamun, penghubung akomodasi telah bertemu pihak hotel pada Selasa pagi untuk memastikan penanganan tuntas. Ia juga meminta pihak hotel memberikan prioritas terhadap kebutuhan jemaah.

“Tolong dipastikan hari ini selesai. Jangan sampai dibiarkan karena ini layanan pokok,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum jamaah menempati hotel, tim sektor sebenarnya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas.

Pemeriksaan meliputi listrik, air, sanitasi, fasilitas ibadah, serta kelayakan tempat tidur dan perlengkapan kamar. “Semua ada checklist-nya dan kita pastikan siap sebelum jamaah datang,” katanya.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan detail di setiap kamar, termasuk potensi kerusakan teknis, seperti kran, lampu, dan saluran air. Jika ditemukan masalah, tim langsung mencatat dan berkoordinasi dengan pihak hotel untuk perbaikan. “Kalau ada yang tidak layak, tidak kami berikan ke jemaah,” ucapnya.

Meski telah melalui pemeriksaan ketat, petugas mengakui gangguan teknis seperti mati air atau listrik bisa terjadi di luar kendali. Karena itu, tim sektor melakukan antisipasi dengan memeriksa penampungan air dan kesiapan genset sebagai cadangan.

“Kami sudah antisipasi, tapi hal teknis tetap bisa terjadi dan sudah kami siapkan mitigasinya,” pungkas Salamun.[]