Enam Bulan Berlalu, Jalan dan Permukiman di Pidie Jaya Masih Jadi “Kubangan Warisan” Banjir

Kondisi Jalan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. masih dipenuhi lumpur sisa banjir yang terjadi pada November 2025 lalu. (Foto : AICRF untuk portalnusa.com)

PORTALNUSA | PIDIE JAYA – Hampir enam bulan pascabanjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 26 November 2025 lalu, tumpukan lumpur masih terlihat menutupi sejumlah kawasan permukiman dan badan jalan di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu.

Material lumpur tersebut hasil bawaan banjir terongok di berbagai sisi jalan maupun rumah warga serta mengendap di sisi jalan desa.

Kondisi ini membuat kawasan terdampak kembali berlumpur saat hujan turun dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dari pantauan di lapangan, titik terdampak berada di jalan menuju Meunasah Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, serta ruas jalan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu.

Endapan lumpur yang belum sepenuhnya terangkat, menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan lingkungan dan keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak.

Situasi itu diperparah dengan prakiraan cuaca di Aceh yang masih berpotensi diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia, Imran, meminta pemerintah daerah segera mempercepat penanganan lumpur sisa banjir agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap ada langkah cepat dan terintegrasi untuk membersihkan lumpur di kawasan permukiman dan sepanjang jalan desa agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lingkungan menjadi lebih sehat,” ujar Imran dalam siaran pers, Selasa, 20 Mei 2026.

Menurutnya, pengangkatan lumpur menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan pascabencana sekaligus mencegah memburuknya sanitasi lingkungan saat curah hujan kembali meningkat.

AICRF juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi penanganan pascabanjir guna mempercepat pemulihan dan meningkatkan ketangguhan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya.[]