Tegakkan Hukum Syariat tanpa Pandang Bulu
Oleh: Anwar Efendy/Sekretaris Umum DPP Peumulia Bangsa Atjeh (PBA)
DUGAAN kasus pelanggaran hukum oleh ajudan Ketua DPRA jadi bukti nyata bahwa masih ada perlakuan berbeda dalam penegakan syariat di Aceh.
Rakyat kecil salah sedikit langsung ditindak tegas, tapi kalau yang bersalah orang dekat pejabat, seolah ada alasan untuk diredam dan dimaafkan.
Ini yang kami sebut tebang pilih, hal yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Syariat Allah itu satu, sama rata, berlaku untuk siapa saja — pejabat maupun rakyat, orang dekat maupun orang biasa. Tak ada istimewa, tak ada pengecualian.
Kami minta polisi syariat atau WH dan seluruh pemimpin: Jangan lagi membeda-bedakan. Proses kasus ini sesuai Qanun Jinayat tanpa perlindungan apa pun.
Buktikan hukum berjalan adil, tak terhalang jabatan atau kedekatan.
Jalankan syariat utuh, bukan sekadar simbol atau pencitraan semata.
Ingat: Kepercayaan rakyat diuji dari keadilan. Tegakkan hukum sama rata, itu wujud nyata pengabdian pada agama dan rakyat.
“Keadilan tak pandang siapa dia. Salah harus dihukum, benar harus dibela.”[]








