BBPOM Aceh Uji Jajanan Sekolah, Dorong Budaya Keamanan Pangan Sejak Dini

BBPOM Aceh melakukan audit kantin, pengujian jajanan, serta verifikasi sertifikasi budaya keamanan pangan di MIN 8 Aceh Besar, SMPN 1 Peukan Bada, dan SMAN 1 Peukan Bada, Selasa, 28 Juli 2026. (Foto: dok. BBPOM Aceh/ kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh melakukan monitoring, evaluasi, audit kantin, serta sertifikasi budaya keamanan pangan di tiga sekolah di Kabupaten Aceh Besar sebagai upaya memperkuat keamanan pangan bagi peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa , 28 Juli 2026 itu dilaksanakan di MIN 8 Aceh Besar, SMP Negeri 1 Peukan Bada, dan SMA Negeri 1 Peukan Bada. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan Badan POM untuk mendorong sekolah menerapkan budaya keamanan pangan secara konsisten.

Baca: BBPOM Aceh dan Pemko Banda Aceh Perkuat Sinergi Awasi Obat dan Pangan

Tim BBPOM Aceh menilai sejumlah indikator dalam proses sertifikasi, mulai dari komitmen pimpinan sekolah, pelaksanaan program keamanan pangan, keterlibatan guru dan siswa, hingga keberlanjutan edukasi mengenai pangan aman di lingkungan sekolah.

Selain proses sertifikasi, petugas juga mengaudit kantin sekolah dengan memeriksa aspek kebersihan, sanitasi, higiene penjamah makanan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan. Audit tersebut menjadi dasar pemberian Piagam Bintang Keamanan Pangan Sekolah.

Sebagai bagian dari pengawasan, BBPOM Aceh turut mengambil sampel jajanan sekolah untuk diuji menggunakan rapid test. Pengujian dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow yang dilarang digunakan dalam pangan.

Ketua Tim Program Prioritas Nasional BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan mengonsumsi pangan yang aman sejak usia dini.

“Melalui program ini kami ingin membangun ekosistem sekolah yang mampu menyediakan pangan yang aman, sehat, dan bergizi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Desi.

Menurutnya, penerapan budaya keamanan pangan merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah, guru, dan pengelola kantin mengikuti proses penilaian serta diskusi mengenai pengelolaan kantin sehat, penerapan higiene, sanitasi, dan pengawasan jajanan sekolah.

BBPOM Aceh berharap program tersebut dapat memperkuat budaya keamanan pangan di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, pengelola kantin, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga peserta didik memperoleh akses terhadap pangan yang aman, sehat, dan bergizi setiap hari.[]