Aceh Minta Tambahan Pasokan Semen, Wagub Laporkan Defisit 500 Ton per Hari ke Mendagri

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) melaporkan kebutuhan tambahan pasokan semen Aceh kepada pemerintah pusat guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Selasa, 4 Juli 2026. (Foto: Humas Pemerintah Aceh/ Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh meminta dukungan pemerintah pusat agar dapat segera menambah pasokan semen menyusul meningkatnya kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi. Kekurangan pasokan menyebabkan terhambat proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di berbagai wilayah Aceh.

Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, serta kepada jajaran Danantara, termasuk CEO Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) untuk memastikan seluruh hambatan yang berpotensi mengganggu proses pemulihan pascabencana dapat segera diatasi.

“Kelangkaan semen ini dapat memengaruhi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Karena itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan pemerintah pusat agar penambahan pasokan dapat segera direalisasikan,” sambung Nurlis di Banda Aceh, Selasa, 4 Agustus 2026.

Nurlis menyampaikan, Menteri Dalam Negeri langsung merespons laporan dan menyatakan akan segera mencari solusi atas persoalan kelangkaan semen di Aceh.

Baca:Wagub Aceh Ikuti Rakor Nasional Percepatan Pembangunan Huntap Korban Bencana

Laporan serupa juga mendapat perhatian dari Danantara. Melalui Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, persoalan tersebut disebut menjadi salah satu isu yang akan segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Aceh, kebutuhan semen di Aceh saat ini diperkirakan mencapai 4.200 ton per hari, sementara pasokan yang tersedia baru sekitar 3.700 ton per hari. Kondisi tersebut menyebabkan defisit sekitar 500 ton per hari, atau setara sekitar 12.500 sak semen.

Keterbatasan pasokan juga memicu kenaikan harga semen di pasaran. Harga yang sebelumnya berkisar Rp70 ribu per sak kini meningkat hingga sekitar Rp120 ribu per sak, sehingga mulai berdampak terhadap masyarakat maupun pelaksanaan proyek pembangunan.

“Kami berharap penambahan pasokan dapat segera dilakukan agar kebutuhan masyarakat dan percepatan rehabilitasi pascabencana tetap berjalan, sekaligus menjaga stabilitas harga semen di pasaran,” ujar Nurlis mengutip laporan Wakil Gubernur Aceh.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menggelar rapat evaluasi kelangkaan semen yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Irza, pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menyampaikan sejumlah langkah untuk menambah ketersediaan semen, di antaranya meningkatkan jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari.

Selain itu, perusahaan juga menambah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal. Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Minggu, 2 Agustus 2026, sementara pengiriman berikutnya dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang Agustus guna menjaga ketersediaan pasokan di Aceh. []