BSI dan Danantara Perkuat Ekosistem UMKM, Pembiayaan Tembus Rp54,8 Triliun

BSI bersama Danantara memperkuat ekosistem UMKM nasional melalui pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pembiayaan syariah bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

PORTALNUSA.com | JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pembangunan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Upaya itu dilakukan tidak hanya melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan UMKM bahagian tulang punggung perekonomian nasional sekaligus salah satu sektor strategis guna pengembangan industri halal Indonesia.

Menurutnya, BSI menerapkan pendekatan menyeluruh (end-to-end), mulai dari pendampingan usaha, sertifikasi halal, penyediaan pembiayaan syariah, transformasi digital, hingga memperluas akses pasar domestik dan internasional.

Baca: Nasabah Bullion BSI Melonjak 700 Persen, Bisnis Emas Kian Bersinar

“Kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan UMKM benar-benar naik kelas, menjadi legal, feasible, bankable, dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Anggoro.

Saat ini BSI melayani lebih dari 340 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia. Untuk memperkuat pembinaan, BSI bersama Danantara mengoperasikan empat BSI UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Pusat pembinaan tersebut memberikan pelatihan, konsultasi bisnis, pendampingan pemasaran, akses pembiayaan, hingga ruang promosi produk bagi UMKM binaan. Hingga kini, lebih dari 6.000 pelaku usaha telah memperoleh pendampingan melalui program tersebut.

Selain itu, BSI juga mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik agar mampu berkembang menjadi usaha yang legal dan layak memperoleh akses pembiayaan perbankan.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa, BSI turut membangun 23 Desa BSI yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Anggoro menjelaskan, strategi pengembangan UMKM BSI dijalankan melalui lima fokus utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan sertifikasi halal, penguatan halal value chain, penyediaan pembiayaan syariah, serta akselerasi digitalisasi usaha.

Komitmen tersebut juga tercermin dari penyaluran pembiayaan sektor ritel dan UMKM yang hingga Mei 2026 mencapai Rp54,80 triliun, meningkat 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Pembiayaan tersebut disalurkan melalui berbagai skema, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, pembiayaan mikro, dan pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah.

Di sisi lain, BSI terus mempercepat transformasi digital pelaku UMKM melalui berbagai layanan, seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, serta BYOND by BSI, guna meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital.

“Ketika UMKM naik kelas, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat industri halal, serta menggerakkan perekonomian daerah,” kata Anggoro. []