SBI Janji Prioritaskan Pasokan Semen untuk Aceh, Distribusi Dioptimalkan 24 Jam

Pertemuan antara Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, dan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 5 Agustus 2026. (Foto: Humas Pemerintah Aceh/ Kolase by. Portalnusa.com)

PORTALNUSA com | BANDA ACEH – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) berkomitmen untuk segera memprioritaskan pemenuhan kebutuhan semen di Aceh. Hal tersebut, menyusul kelangkaan pasokan dan kenaikan harga drastis yang dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan terganggunya aktivitas konstruksi serta percepatan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Direktur Operasi SBI, Edi Sarwono, dan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 5 Agustus 2026. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut upaya Pemerintah Aceh mencari solusi atas terganggunya pasokan semen di daerah.

Baca: Dirut SIG Tinjau Pasokan Semen di Aceh, Distribusi Dipercepat untuk Atasi Kelangkaan

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan Pemerintah Aceh meminta SBI segera meningkatkan produksi dan memperlancar distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta harga semen kembali bisa normal.

“Harga semen di Aceh saat ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain, padahal industri dan bahan baku semen berada di Aceh. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pembangunan masyarakat dan proses rehabilitasi pascabencana,” kata Nurlis, Rabu, 6 Agustus 2026.

Pemerintah Aceh mencatat kapasitas produksi pabrik mencapai sekitar 5.400 ton atau sekitar 135 ribu sak per hari, sementara kebutuhan harian di Aceh diperkirakan sekitar 4.200 ton atau 105 ribu sak. Karena itu, pemerintah menilai persoalan utama berada pada kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Edi Sarwono mengatakan SBI akan mengoptimalkan operasional lima terminal pengantongan semen di Lhoknga, Krueng Raya (Malahayati), Lhokseumawe I, Lhokseumawe II, dan Belawan dengan sistem tiga shift atau beroperasi selama 24 jam.

Selain meningkatkan kapasitas distribusi, perusahaan akan melakukan evaluasi harian terhadap produksi dan penyaluran semen hingga kondisi pasokan kembali bisa stabil.

SBI juga memastikan tambahan pengiriman semen secara bertahap sepanjang Agustus 2026, termasuk memanfaatkan distribusi dari luar Aceh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

“Kebutuhan masyarakat Aceh menjadi prioritas utama. Pasokan untuk Aceh akan didahulukan sebelum dialokasikan ke wilayah lain,” kata Edi.

Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyambut komitmen tersebut dan berharap langkah yang dijanjikan segera direalisasikan sehingga pasokan kembali normal, harga semen stabil, dan aktivitas pembangunan di Aceh tidak lagi terganggu.

Pemerintah Aceh dan SBI sepakat memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan semen tetap terjaga sebagai penopang pembangunan dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. []