Rangkaian Peuingat Uroe Lahee Pidie, Bupati dan Forkopimda Ziarahi Makam Raja Pedir

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah bersama Wakil Bupati, Al-Zaizi Umar bersama unsur Forkopimda mengamini do'a pada rangkain Peuingat Uroe Lahee Pidie ke-515 di makam Raja Pedir, Sultan Ma’rufsyah di Gampong Dayah Tanoh, Pidie, Jumat, 18 September 2026. (Foto Humas Setdakab Pidie/ Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Pemerintah Kabupaten Pidie melanjutkan rangkaian peringatan Peuingat Uroe Lahee Pidie ke-515 dengan berziarah ke makam Raja Pedir, Sultan Ma’rufsyah, di Gampong Dayah Tanoh, Kecamatan Pidie, Jumat, 18 September 2026.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Pidie Al-Zaizi Umar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti prosesi ziarah tersebut.

Kegiatan diawali doa bersama di kompleks makam Sultan Ma’rufsyah. Prosesi kemudian dilanjut dengan Rah Ulee, salah satu rangkaian adat yang dilakukan dalam kegiatan kepusara atau ziarah ke makam.

Baca: Di Paripurna DPRK, Sarjani: Uroe Lahee Pidie ke-515 Bukan Sekadar Mengenang Sejarah

Bupati Sarjani mengatakan, ziarah tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari lahir Pidie, namun juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan menghormati para leluhur.

“Ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian Peuingat Uroe Lahee Pidie ke-515, sekaligus menjadi momen untuk mengenang sejarah dan menghormati para leluhur Pidie,” kata Sarjani kepada wartawan media ini.

Menurutnya, Sultan Ma’rufsyah merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalan sejarah Kerajaan Pedir. Makam tersebut menjadi salah satu peninggalan sejarah yang hingga kini masih dirawat dan menjadi bagian dari ingatan sejarah masyarakat Pidie.

Sarjani menyebut Kerajaan Pedir sebagai salah satu cikal bakal wilayah Pidie yang telah berkembang sejak sekitar abad ke-14. “Sejarah ini tak pernah dilupakan karena cikal bakal Pidie berawal dari makam Sultan Ma’rufsyah,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan Uroe Lahee Pidie bukan hanya tentang mengenang usia daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk menghubungkan generasi saat ini dengan sejarah dan warisan budaya yang membentuk identitas Pidie.

Ziarah ke makam Sultan Ma’rufsyah menjadi salah satu cara Pemkab Pidie menjaga ingatan sejarah tersebut tetap hidup di tengah masyarakat. []