Balasan Gaseh Meutuka Tembus 2.000 Viewer, Pesona Pidie Ikut Terangkat

Video klip Balasan Gaseh Meutuka karya Nek Kabong yang dinyanyikan Boim Riza menampilkan sejumlah destinasi dan ikon Kabupaten Pidie, termasuk Pantai Pelangi dan Tugu Aneuk Mulieng

PORTALNUSA.com | SIGLI – Video klip lagu Balasan Gaseh Meutuka karya Nek Kabong yang dinyanyikan Boim Riza mulai mendapat perhatian penikmat musik Aceh. Baru sekitar dua hari dirilis melalui kanal YouTube Zoya Record, video bergenre Slow Rock Aceh itu telah ditonton sekitar 2.000 kali.

Tak hanya mengangkat perjalanan. kisah cinta yang terbentur restu keluarga, video klip ini temjuga menampilkan sejumlah lokasi di Kabupaten Pidie, seperti Pantai Pelangi, Tugu Aneuk Mulieng, Kota Sigli hingga Pidie Convention Center (PCC).

Boim Riza membawakan lagu Balasan Gaseh Meutuka, karya Nek Kabong, yang memadukan kisah cinta dengan panorama Pidie. Video klip ini menjadi salah satu cara kreatif memperkenalkan potensi daerah melalui musik.

Perpaduan musik, cerita dan panorama daerah membuat karya ini sekaligus menjadi ruang kreatif untuk memperkenalkan wajah Pidie kepada penonton di dunia digital.

Bagi anda yang penasaran dengan video ini, anda bisa mengunjungi Chanel YouTube: Zoya Record @BoimRizaOfficial atau bisa ikuti tautan dibawah: https://youtu.be/ePn4LmFql9s?si=Hx_-hi7yRHS7znYw

Boim Riza kepad media ini mengatakan pemilihan lokasi di Pidie merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat identitas karya.

β€œKita ingin lagu ini tidak hanya terdengar, tetapi juga memperlihatkan dari mana karya ini berasal. Ketika orang menonton karena lagunya, mereka sekaligus melihat Pidie,” ujar Boim.

Menurutnya, promosi daerah tidak selalu harus dilakukan melalui iklan formal. Musik dan video klip juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan potensi daerah.

Boim turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pidie, Teuku Iqbal, atas perhatian terhadap karya kreatif yang ikut membawa nama Pidie.

Lagu Balasan Gaseh Meutuka sendiri mengisahkan hubungan sepasang kekasih yang harus menghadapi persoalan restu dari keluarga. Syair Nek Kabong menjadi salah satu kekuatan utama lagu, sementara aransemen musik digarap Rahmat RS.

β€œSyair yang ditulis Nek Kabong sangat menyentuh. Ceritanya sederhana, namun emosinya sangat kuat,” ungkap Boim.

Respons penonton juga mulai berdatangan dan terpantau dari antusias di tengah masyarakat Pidie. Sejumlah penonton menilai kisah dalam lagu tersebut dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang hubungan cinta dan pertimbangan keluarga.

Di balik proses produksinya, Boim juga memiliki cerita tersendiri. Dua adegan dalam video memperlihatkan dirinya ditampar Dian Mayasari. Namun, adegan tersebut ternyata harus diulang berkali-kali saat proses syuting.

β€œDi video klip memang cuma dua kali saya ditampar. Tapi waktu syuting, saya sudah tidak tahu berapa kali kena tampar,” ujar Boim sambil tertawa.

Setelah Balasan Gaseh Meutuka, Zoya Record bersama tim juga tengah menyiapkan video klip lagu baru berjudul Pantun Jodoh, ciptaan T. Almusri Ali Bayuna. Lagu tersebut mengusung genre Pop Melayu dengan aransemen Repelita.

Dengan capaian sekitar 2.000 penonton dalam dua hari ini, Balasan Gaseh Meutuka menunjukkan bagaimana musik lokal dapat menjadi medium untuk membawa cerita sekaligus memperkenalkan identitas daerah.

Pidie pun tak sekadar menjadi latar dalam video, tetapi ikut menjadi bagian dari cerita yang kini dinikmati penonton melalui ruang digital. []