Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh: Amanah Sudah Kami Tunaikan, Terima Kasih Mitra
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kegiatan sosial berlabel ‘Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh’ beragendakan santunan anak yatim dan buka puasa bersama tahun ini berlangsung sukses.
“Sukses ini tak lepas dari dukungan para mitra kerja dan keikutsertaan rekan-rekan pengurus dan anggota PWI se-Aceh,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin dalam sambutannya menjelang penyerahan santunan anak yatim dan buka puasa bersama di Markas PWI Aceh, Banda Aceh, 11 Maret 2026 bertepatan 21 Ramadhan 1447 H.
Nasir menjelaskan, kegiatan Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh Tahun 2026 merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sejak 2022 atau sejak beberapa bulan setelah kepengurusan PWI Aceh periode 2021-2026 terbentuk.
“Sejak saat itu tradisi silaturahmi dan berbagi dengan anak yatim terus berlanjut. Kali ini sudah memasuki tahun ke-5 atau kegiatan terakhir masa kepengurusan 2021-2026,” ujar Nasir.
Kegiatan tahun ini, menurut Nasir Nurdin lebih bergema karena donasi untuk mendukung program tersebut dibuka bagi seluruh anggota PWI se-Aceh, baik jajaran pengurus maupun anggota.
Selain itu—seperti empat tahun sebelumnya—juga dibuka untuk mitra kerja dan sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
Menurut Nasir, setelah dilakukan penggalangan melalui jaringan pribadi, grup WhatsApp maupun hubungan personal sejak 21 Februari 2026 terkumpul donasi mencapai lebih kurang Rp 40.380.000.
Menurutnya, salah satu penyumbang dana terbesar pada Program Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh tahun ini adalah PT Dunia Barusa (DBS) yang bisa mengcover kebutuhan santunan untuk 20 anak yatim sekaligus.
Selain itu juga tercatat donasi dari BPRS Hikmah Wakilah untuk empat anak yatim. Selebihnya ada yang mencatatkan untuk satu hingga dua anak yatim.
“Dari total dana yang dihimpun Rp 40.380.000, sebesar Rp 25.500.000 di antaranya dikhususkan untuk santunan 51 anak yatim masing-masing Rp 500.000,” kata Nasir.
Selebihnya, sekitar Rp 14.880.000, lanjut Nasir digunakan sebagai biaya kenduri untuk 250 tamu undangan yang mayoritas adalah anggota PWI Aceh baik dari wilayah Banda Aceh maupun kabupaten/kota yang ikut diundang.
“Kita siapkan menu utama kuah beulangong, bu kulah dan aneka penganan buka puasa lainnya untuk 250 orang tamu undangan serta mitra kerja termasuk pengurus dan anggota PWI dari sejumlah kabupaten/kota yang berkesempatan hadir,” ujar Nasir selaku penanggungjawab kegiatan.
Nasir menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan Pengurus PWI Aceh, Pengurus PWI Kabupaten/Kota dan para wartawan yang telah ikut berdonasi baik uang maupun pikiran untuk memastikan suksesnya kegiatan.
“Pada pelaksanaan kegiatan tahun terakhir periode kepengurusan PWI Aceh 2021-2026 kami membuka peluang donasi untuk rekan-rekan pengurus dan anggota PWI se-Aceh. Alhamdulillah semangat berdonasi sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa kami bukan hanya peduli profesi tetapi juga care terhadap persoalan sosial termasuk anak yatim,” ujarnya.
Paket anak yatim
Tahun ini anak yatim yang disantuni oleh PWI Aceh dan jajarannya selain menerima uang tunai masing-masing Rp 500.000 juga aneka paket lainnya dari mitra kerja, seperti makanan siap saji King Fried Chicken, bahan sandang dan perlengkapan ibadah dari Kemensos melalui Dinsos Aceh, dan souvenir dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh.
Selain makanan siap saji, pihak Kemensos RI melalui Dinas Sosial Aceh juga memberikan paket santunan berupa kain sarung, mukena, dan perlengkapan shalat.
Anak yatim yang disantuni merupakan anak yatim wartawan, anak yatim lingkungan Kantor PWI Aceh, dan anak yatim di lingkungan tempat tinggal wartawan/pengurus PWI Aceh baik di Banda Aceh maupun Aceh Besar.
Kekuatan kolaborasi antara wartawan dan mitra kerja terlihat jelas dalam list donasi yang diupdate setiap hari sejak 21 Februari 2026.
Bahkan, PT Dunia Barusa—mitra PWI Aceh dari dunia usaha—tercatat sebagai penyumbang terbesar yang langsung mampu mengcover santunan untuk 20 anak yatim sekaligus.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua mitra kerja termasuk kepada dr. Fahrizal selaku founder of King Fried Chicken Aceh atas kerja sama menyantuni anak yatim tahun ini. Semoga kita bisa terus bersama dalam kerja-kerja sosial seperti ini,”kata Nasir Nurdin.
Selain kepada mitra kerja, Nasir juga berharap agar contoh baik seperti ini bisa terus dilanjutkan oleh siapapun yang mengurus organisasi PWI ini ke depan.
“Buktikan bahwa wartawan tidak hanya peduli profesi tetapi juga terlibat membantu masalah sosial termasuk anak yatim,” ujar Ketua PWI Aceh.
Dalam sambutannya, Nasir juga mengapresiasi dukungan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh bersama anggota.
Menurut Nasir, IKWI yang merupakan wadahnya para istri wartawan menjadi salah satu kekuatan pendukung suksesnya program sejak tahun pertama hingga saat ini.
Berikut catatan sukses Program ‘Silaturahmi Ramadhan PWI Aceh’ dari tahun ke tahun:
– Tahun Ke-1 (dilaksanakan 22 April 2022 atau beberapa bulan setelah kepengurusan PWI Aceh periode 2021-2026 terbentuk) dengan jumlah anak yatim yang disantuni sebanyak 60 orang. Nilai santunan uang Rp400.000 plus paket tambahan dari donatur;
– Tahun Ke-2 dilaksanakan 8 April 2023/17 Ramadhan 1444 H dengan jumlah anak yang berhasil disantuni sebanyak 60 orang masing-masing Rp 600.000 plus makanan siap saji (KFC) dan kain sarung;
– Tahun Ke-3 dilaksanakan pada 28 Maret 2024 yang dirangkai dengan peusijuek Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama istri selaku Pj Ketua TP-PKK Aceh. Jumlah anak yang berhasil disantuni sebanyak 54 orang dengan nilai santunan masing-masing Rp 500.000 ditambah bingkisan dari Bank Aceh, Kyriad Muraya Hotel, dan Irni Catering;
– Tahun Ke-4 dilaksanakan Minggu, 25 Maret 2025 dengan jumlah anak yatim yang disantuni mencapai 111 orang (kerja sama dengan Baitul Mal Aceh), masing-masing anak mendapatkan uang tunai Rp 500.000 plus kain sarung bantuan BPRS Hikmah Wakilah dan makanan siap saji KFC bantuan dari KFC Cabang Suzuya, Banda Aceh;
– Tahun Ke-5 dilaksanakan 11 Maret 2026/21 Ramadhan 1447 H dengan jumlah anak yatim yang disantuni sebanyak 51 orang (dari target 50 anak) masing-masing mendapatkan uang tunai Rp 500.000 plus makanan siap saji King Fried Chicken, paket Kemensos, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh.[]





