Tahun Ini Pemko Sabang Benahi Tiga Destinasi Wisata

Dermaga Hotel Gapang milik Pemko Sabang

PORTALNUSA.com | SABANG – Pemerintah melalui Dinas Pariwisata mulai mempertegas arah pembangunan sektor pariwisata di Kota Sabangpada tahun 2026.

Fokus pengembangan diarahkan pada penguatan infrastruktur dan tata kelola di tiga destinasi unggulan, yakni Teupin Layeu, Pantai Gapang, dan Pulau Rubiah.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari kajian komprehensif yang dirilis pada Oktober 2025, yang menetapkan ketiga kawasan di sisi barat Pulau Weh sebagai kawasan prioritas pembangunan untuk memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan pengembangan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini dengan menitikberatkan pada peningkatan fasilitas pendukung dan kualitas layanan wisata.

“Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah menjadi prioritas pengembangan tahun ini. Penataan kawasan terus dilakukan agar lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, rekomendasi dari hasil kajian mulai diimplementasikan melalui penataan ruang kawasan serta peningkatan aksesibilitas menuju destinasi.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Target kita bukan sekadar peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bergerak tanpa merusak alam. Itu yang menjadi kekuatan utama pariwisata Sabang,” katanya.

Teupin Layeu yang lebih dikenal sebagai kawasan Pantai Iboih menjadi pusat aktivitas wisata bahari.

Dari titik ini, wisatawan biasanya menyeberang menuju Pulau Rubiah. Kejernihan air laut serta kondisi terumbu karang yang masih terjaga menjadikan kawasan ini favorit untuk snorkeling dan diving.

Sementara itu, Pantai Gapang menawarkan suasana yang lebih tenang dengan hamparan pasir putih. Spot penyelaman Gapang House Reef dikenal luas oleh penyelam karena keanekaragaman biota laut serta visibilitas air yang baik.

Di sisi lain, Pulau Rubiah tetap menjadi ikon wisata bawah laut Sabang. Selain panorama terumbu karang dan ikan tropis, kawasan ini juga memiliki nilai historis dengan adanya bangunan bekas karantina haji.

Dengan potensi yang dimiliki serta arah kebijakan yang semakin terstruktur, ketiga destinasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan wisata bahari Sabang.

Pemerintah berharap, pengembangan ini mampu mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.[]