Pemkab Pidie Jaya Fokus Selesaikan Persoalan Gaji dan Kesejahteraan Guru PPPK
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak 1.126 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, khususnya dari kalangan guru yang saat ini menghadapi berbagai persoalan administratif dan kesejahteraan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., M.E., saat menerima perwakilan PPPK Paruh Waktu dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat Setdakab Pidie Jaya, Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, para guru menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari keterlambatan pembayaran gaji sejak Januari 2026, perbedaan besaran honor yang diterima, persoalan distribusi dan jam mengajar, hingga terhentinya sejumlah bantuan sosial setelah status mereka berubah menjadi ASN PPPK.
Bupati Sibral mengatakan pemerintah daerah memandang persoalan tersebut sebagai isu penting yang harus segera ditangani melalui koordinasi lintas instansi serta kajian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Berbagai aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami akan mencari solusi terbaik agar hak-hak guru PPPK Paruh Waktu dapat terpenuhi sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku,” kata Sibral, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah. Karena itu, kesejahteraan tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga.
Sibral menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya sejak awal mendukung dan memperjuangkan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para pendidik.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya mencari berbagai alternatif pendanaan yang dibenarkan aturan apabila terdapat keterbatasan pada sumber anggaran yang tersedia saat ini.
“Kami tidak ingin para pendidik terus berada dalam kondisi yang sulit. Jika ada kendala anggaran, pemerintah akan mencari peluang melalui skema lain yang memungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati berharap para guru tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi sambil memberi ruang bagi pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang diupayakan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Karena itu, kami berharap para guru tetap fokus mendidik anak-anak kita, sementara pemerintah terus bekerja mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.[]








