Alumni APDN Aceh Ngumpul di Pantai Riting, Mengemas Kenangan Lintas Angkatan
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Keluarga besar alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Aceh adakan Reuni Akbar Lintas Angkatan di Pantai Riting, Aceh Besar, Minggu, 21 Juni 2026.
Ketua Alumni APDN Aceh, Dr. H. Bustami Usman, SH, SAP, MSi, mengatakan, reuni alumni kali ini adalah momen untuk mempererat kembali tali silaturahmi, sekaligus mengenang masa-masa perjuangan saat menempuh pendidikan di APDN Aceh, serta untuk memperkuat rasa kekeluargaan di antara alumni.
“Dulu kita pernah bersama dalam satu almamater, belajar disiplin, pengabdian, dan tanggung jawab untuk masyarakat dan negara. Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, jabatan dan tempat tugas boleh berbeda, tetapi persaudaraan yang lahir dari APDN tetap abadi dalam hati kita,” ujarnya dengan nada puitis.
Menurutnya, kehadiran ratusan alumni lintas angkatan dan keluarga dari kabupaten/kota di Aceh, hari ini menunjukkan bahwa ikatan alumni APDN tetap kuat, eksis dan penuh makna di tengah perkembangan masa.
“Melalui reuni ini, kita berharap kita tidak hanya bernostalgia, tetapi juga dapat saling mendukung, saling menguatkan, dan terus menjaga komunikasi yang baik antaralumni. Karena sejatinya, kekuatan sebuah alumni bukan hanya terletak pada nama besar institusinya, tetapi juga pada kokohnya persaudaraan para anggotanya,” kata Bustami di hadapan sejumlah senior dan para alumni yang hadir.
“Semoga reuni ini membawa kebahagiaan, memperpanjang silaturahmi, dan menjadi kenangan indah bagi kita semua,” pungkasnya.
Dari APDN ke IPDN
Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) adalah nama lama dari sekolah kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang saat ini telah bertransformasi menjadi IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).
APDN didirikan pada 1956 di Malang untuk mencetak kader-kader pamong praja dan aparatur pemerintahan daerah.
APDN pernah eksis di Banda Aceh sampai 24 angkatan di Aceh, sebelum berubah dan menjadi IPDN di tingkat nasional.
Pada tahun 2004, berdasarkan Keputusan Presiden No. 87 Tahun 2004, APDN (yang pada waktu itu berkembang menjadi STPDN) digabung dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) dan diubah namanya menjadi IPDN. []









