Harga Bawang Merah di Pidie Naik, Pemerintah Sebut Menguntungkan Petani Lokal
PORTALNUSA.com | PIDIE – Harga bawang merah di Kabupaten Pidie mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Di tingkat agen penampung, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp17.000 per kilogram kini naik menjadi Rp26.000 per kilogram, sementara di tingkat pedagang eceran dijual antara Rp31.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi petani bawang merah karena dapat meningkatkan pendapatan mereka di tengah tingginya biaya produksi.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pidie, Cut Afrianidar, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga di lapangan. Menurutnya, meski terjadi kenaikan, harga bawang merah masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.
Baca:Â Warga Pidie Serbu Pasar Murah, Disperindagkop Sediakan Sembako Bersubsidi
“Kenaikan harga ini justru menguntungkan petani lokal karena hasil panen mereka memiliki nilai jual yang lebih baik. Sejauh ini harga masih relatif stabil dan belum mengganggu pasokan di pasaran,” kata Cut Afrianidar kepada PortalNUSA.com, Jumat, 7 Agustus 2026.
Sementara itu, Salah seorang petani bawang merah di Gampong Baroh, Kecamatan Pidie, Anwar Yusuf (45), mengatakan harga di tingkat penampung mulai bergerak naik sejak dua hari terakhir.
“Harga sebelumnya hanya Rp17.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp26.000 per kilogram. Hasil panen langsung dibeli agen untuk dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Pidie,” ujarnya.
Menurut Anwar, kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya permintaan pasar, sementara pasokan dari luar daerah belum bertambah secara signifikan.
Ia memperkirakan harga bawang merah masih berpotensi naik apabila pasokan tetap terbatas.
“Kalau pasokan dari luar belum bertambah, harga bisa saja mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pidie memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok guna menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. []








