Dua Siswa MAN 1 Pidie Bawa Tim Robotik Mulieng Raih Juara Tiga di Malaysia
PORTALNUSA.com | PIDIE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie di kancah internasional. Tim Robotik Mulieng MAN 1 Pidie meraih juara tiga dalam ajang World Robotic Competition Center (WRCC) di University Putra Malaysia (UPM), Selangor, Malaysia.
Prestasi tersebut diraih oleh dua siswa MAN 1 Pidie, Azkia Humaira dan Habibi Azzarrar, setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam kompetisi yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026.
Baca: Tim Robotik MTsN 11 Pidie Buktikan Taring di Ajang Nasional, Bawa Pulang Dua Trofi
Ajang robotik internasional tersebut diikuti sekitar 1.257 peserta, menjadikannya salah satu pengalaman penting bagi kedua siswa dalam menguji kemampuan mereka di tingkat internasional.
Kepala MAN 1 Pidie, Muhammad Thaifuri, M.Pd., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari kemampuan siswa dalam menggabungkan pemrograman, desain mekanik dan sistem kontrol robotik.
“Dalam kompetisi bergengsi antarnegara tersebut, Azkia Humaira dan Habibi Azzarrar telah berjuang maksimal hingga berhasil meraih juara tiga,” kata Thaifuri kepada Portalnusa.com, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Robotik Mulieng menampilkan robot dengan sistem kontrol cerdas yang dirancang untuk beradaptasi dengan berbagai skenario pertandingan. Kemampuan itu menjadi salah satu faktor yang membawa mereka hingga ke podium.
Thaifuri menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dapat bersaing dalam perkembangan teknologi dan robotika di tingkat internasional.
Menurutnya, pengalaman berkompetisi di Malaysia juga menjadi modal berharga bagi kedua siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan mental bertanding menghadapi kompetisi berikutnya.
“Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan kompetisi di tingkat dunia,” ujarnya.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat kiprah MAN 1 Pidie dalam pengembangan talenta siswa di bidang teknologi, khususnya robotika dan pemrograman. Prestasi di Malaysia itu diharapkan dapat memacu siswa lainnya untuk berani berkompetisi dan membawa nama Aceh ke panggung internasional. []









