NEWS

Bupati Aceh Besar Ajak Media Perkuat Persatuan dan Bangun Isu Positif

Bupati Aceh besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram, saat bersilaturahmi dengan insan pers, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Abdul Hadi/portalnusa.com)

PORTALNUSA.COM | ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau Syech Muharram, menegaskan komitmennya membangun pemerintahan yang inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, pengusaha dan insan pers.

Hal itu disampaikan Muharram dalam kegiatan silaturahmi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama organisasi pers di The Pade Hotel, Aceh Besar, Jumat, 21 Agustus 2026 malam.

Muharram mengatakan, sejak sebelum dirinya menjadi bupati, ia telah memiliki keinginan untuk membangun pemerintahan yang terbuka dan menyatukan berbagai unsur masyarakat.

“Dari awal sebelum menjadi bupati, saya ingin menjadikan pemerintahan ini inklusif. Kita menyatukan diri dengan para ulama, pengusaha, termasuk dengan media,” ujar Muharram.

Menurutnya, media memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan masyarakat melalui pemberitaan yang mendorong persatuan dan menghadirkan isu-isu positif.

Ia mencontohkan hubungan antara pemerintah dan media di Yogyakarta yang dinilainya cukup dekat dalam membangun komunikasi serta mengangkat berbagai isu positif.

“Bagaimana membangun kehidupan dengan masyarakat, kebersamaan media ini bisa kita contoh dari Yogyakarta. Mereka sangat dekat. Membangun isu-isu positif adalah hal terbaik menurut saya, karena itu lahir dari kerja sama yang baik,” katanya.

Muharram juga mengingatkan agar perbedaan politik yang muncul dalam momentum pemilihan kepala daerah tidak lagi dibawa setelah kontestasi berakhir.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkada merupakan bagian dari demokrasi. Namun setelah pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat harus kembali bersatu untuk membangun daerah.

“Kita harus kembali kepada hal yang hakiki. Hindari perbedaan. Dalam Pilkada memang ada perbedaan pilihan, tetapi setelah berjalan jangan lagi seperti itu. Itulah demokrasi,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk saling menjauh atau mempertahankan sekat antarkelompok.

Dalam konteks tersebut, Muharram menilai media memiliki peran strategis sebagai salah satu kekuatan yang dapat mempererat persatuan masyarakat.

Ia bahkan mengingatkan kembali sejarah Radio Rimba Raya yang memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan keberadaan Republik Indonesia.

“Media punya peran besar untuk mempersatukan. Dalam sejarah kita ada Radio Rimba Raya. Demikian juga dengan banyaknya media hari ini, harus bisa menjadi kekuatan untuk mempersatukan,” kata Muharram.

Ia berharap hubungan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan organisasi pers dapat terus dibangun secara terbuka, sehingga media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra dalam mendorong pembangunan dan menjaga persatuan masyarakat. []