Merawat Bakat Lewat TikTok, DJ One Rangkul Puluhan Ribu Pengikut
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Ruang digital kini bukan sekadar tempat berbagi hiburan. Bagi sebagian orang, platform media sosial telah menjadi panggung untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan bakat, sekaligus membangun komunitas yang melampaui batas geografis.
Di Aceh, geliat kreativitas itu turut tumbuh melalui TikTok. Beragam talenta hadir dengan ciri khas dan kemampuan masing-masing, mulai dari seni pertunjukan, musik, hingga dunia disc jockey (DJ). Di antara mereka, terdapat Herizal, yang dikenal melalui akun TikTok @dj_one87 dengan nama DJ ONE.
Berbekal kecintaan terhadap dunia DJ, Herizal memanfaatkan fitur siaran langsung atau live di TikTok untuk menyalurkan bakatnya. Dari ruang digital, ia memainkan musik, berinteraksi dengan penonton, dan membangun kedekatan dengan para pengikutnya.
Aktivitas yang berawal dari hobi itu perlahan membentuk ruang pertemuan bagi penikmat musik dari berbagai daerah. Siaran langsungnya tidak hanya menjangkau penonton di Aceh, tetapi juga pengguna TikTok dari berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.
Herizal lahir di Lueng Putu, Kabupaten Pidie. Saat ini, ia berdomisili di Gampong Lampisang Teungoh, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar.
Di balik aktivitasnya sebagai DJ di dunia digital, Herizal menjalani keseharian juga sebagai seorang sopir. Pekerjaan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarya. Justru, melalui TikTok, ia menemukan ruang untuk menjaga minat dan mengembangkan kemampuan di bidang yang dicintainya.
Baginya, kreativitas tidak selalu harus dimulai dari panggung besar, peralatan mewah, atau dukungan industri hiburan. Dengan memanfaatkan teknologi dan konsistensi, seseorang dapat memperkenalkan bakatnya kepada khalayak yang lebih luas.
Ia mengaku termasuk pengguna yang aktif memanfaatkan siaran langsung TikTok sejak platform tersebut mulai populer. Melalui pendekatan dan gaya siaran yang khas, Herizal berupaya menghadirkan hiburan sekaligus membangun interaksi dengan penontonnya.
Kini, akun @dj_one87 telah merangkul sekitar 86 ribu pengikut. Jumlah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Herizal dalam mengembangkan kreativitas di ruang digital. Namun, lebih dari sekadar angka, interaksi dengan penonton menjadi salah satu hal yang mendorongnya untuk terus bertahan dan berkarya.
Kehadirannya juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat membuka kesempatan bagi individu dari berbagai latar belakang untuk menunjukkan kemampuan. Tidak harus berasal dari industri hiburan atau memiliki profesi sebagai seniman penuh waktu, seseorang tetap dapat mengembangkan potensinya selama memiliki kemauan untuk belajar dan berkarya.
Herizal berharap karya-karyanya di dunia DJ dapat semakin diterima oleh pencinta musik dan seni, khususnya masyarakat Aceh. Ia juga berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para seniman, agar kreativitas yang dibangun melalui platform digital dapat berkembang lebih jauh.
“Insyaallah, saya akan terus berkarya. Saya berharap karya-karya saya bisa mendapat tempat di kalangan pencinta seni dan pengikut saya, baik di TikTok maupun platform lainnya. Saya juga berharap dukungan dari semua pihak, terutama seniman Aceh,” ujarnya.
Perjalanan dj_one87 menjadi gambaran bahwa kreativitas dapat tumbuh dari ruang yang sederhana. Ketekunan dalam menekuni hobi, keberanian untuk tampil, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi modal untuk membangun eksistensi di tengah persaingan konten digital.
Di tengah derasnya arus tren media sosial, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus menghadirkan karya yang memiliki ciri khas. Sebab, eksistensi di ruang digital tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga oleh kemampuan seorang kreator merawat kepercayaan audiens dan mengembangkan kualitas karyanya.
Bagi Herizal, perjalanan itu masih berlangsung. Dari balik aktivitasnya sebagai sopir hingga di depan perangkat DJ saat siaran langsung, ia terus merawat bakat yang dimiliki. Melalui akun @dj_one87, ia berupaya membuktikan bahwa ruang digital dapat menjadi jalan bagi talenta lokal Aceh untuk tumbuh, dikenal, dan menemukan komunitasnya sendiri. []













