Dua Perwira Baret Merah Bergantian Pimpin Rindam Iskandar Muda

Brigjen TNI Ali Imran menyerahkan tongkat komando Komandan Rindam Iskandar Muda kepada Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi (tengah) di Banda Aceh, Jumat, 30 Oktober 2026. (Foto: Dokumentasi Kodam Iskandar Muda/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda kembali mengalami pergantian kepemimpinan. Menariknya, dua perwira yang bergantian menduduki jabatan Komandan Rindam (Danrindam) sama-sama memiliki rekam jejak pengabdian di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang dikenal dengan sebutan prajurit Baret Merah.

Brigjen TNI Ali Imran, M.S.M., menyerahkan jabatan Danrindam Iskandar Muda kepada Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury, S.I.P., dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Pangdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, di Aula Gedung Malahayati, Markas Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan personel di lingkungan TNI Angkatan Darat. Namun, latar belakang kedua pejabat yang sama-sama pernah bertugas di Kopassus menjadi sisi menarik dalam estafet kepemimpinan satuan pendidikan dan latihan prajurit Kodam Iskandar Muda tersebut.

Brigjen TNI Ali Imran merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2000. Sebagian perjalanan karier militernya ditempa di lingkungan Kopassus, termasuk dalam penugasan yang berkaitan dengan bidang intelijen.

Sementara itu, Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury juga memiliki pengalaman penugasan di satuan elite tersebut. Sebelum dipercaya memimpin Rindam Iskandar Muda, Amril pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kopassus.

Dalam sambutannya, Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi menegaskan bahwa sertijab bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan bagian dari proses pembinaan personel untuk meningkatkan kualitas organisasi dan efektivitas pelaksanaan tugas.

Menurutnya, rotasi kepemimpinan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat profesionalisme, serta memantapkan soliditas prajurit di lingkungan Kodam Iskandar Muda.

β€œSetiap jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Begitupun loyalitas, integritas, dan profesionalisme prajurit,” ujar Mahesa.

Pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Brigjen TNI Ali Imran atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin Rindam Iskandar Muda.

Mahesa juga mengucapkan selamat atas kepercayaan baru yang diberikan kepada Ali Imran untuk mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Iskandar Muda. Apresiasi turut disampaikan kepada istri Ali Imran atas dukungan dan pendampingannya selama menjalankan tugas kedinasan.

Kepada pejabat baru, Kolonel Inf Amril Hairuman Tehupelasury, Pangdam menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas. Ia meminta Amril segera menyesuaikan diri dengan lingkungan satuan, memahami karakteristik serta kebutuhan organisasi, dan melanjutkan program pembinaan yang telah berjalan.

Mahesa juga berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan inovasi dan terobosan konstruktif, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan prajurit.

Dari rekam jejak penugasannya, Amril pernah menjabat Wakil Komandan Grup 1 Kopassus dan Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopassus. Ia juga pernah dipercaya sebagai Komandan Kodim 1414/Tana Toraja serta Wakil Asisten Personel Kopassus.

Pengalaman tugasnya tidak hanya di dalam negeri. Amril juga pernah terlibat dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kini, dengan pengalaman penugasan dan kepemimpinan yang dimiliki, Amril mengemban tanggung jawab baru memimpin Rindam Iskandar Muda, satuan yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan dan latihan guna membentuk prajurit TNI AD yang profesional dan tangguh.

Estafet kepemimpinan dari Ali Imran kepada Amril sekaligus menandai babak baru bagi Rindam Iskandar Muda, dengan dua perwira berlatar belakang Baret Merah yang kini memiliki peran berbeda dalam pengabdian di jajaran Kodam Iskandar Muda. []