Dampak Banjir Aceh Meluas, 23 Kabupaten/Kota Rasakan Krisis
PORTALNUSA.com | CALANG – Banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh memicu dampak berantai hingga ke wilayah yang tidak terkena bencana langsung. Sebanyak 23 kabupaten/kota kini merasakan krisis akibat terganggunya distribusi pangan, layanan komunikasi, serta pasokan listrik.
Kondisi tersebut disampaikan warga pantai barat–selatan Aceh dalam diskusi bersama wartawan di Calang, Aceh Jaya, Selasa 9 Desember 2025.
Mereka menilai bencana kali ini menghasilkan tekanan sosial dan ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan pascatsunami 2004, meskipun cakupan wilayah terdampak langsung lebih kecil pada masa itu.
Warga mengungkapkan harga kebutuhan pokok melonjak di atas HET, akses komunikasi terputus di sejumlah titik, serta arus listrik padam total hingga beberapa hari. Situasi ini membuat aktivitas masyarakat di daerah yang aman dari banjir turut lumpuh.
“Wilayah kami tidak terendam, tetapi efeknya tetap terasa. Harga sembako naik drastis, listrik sering padam, dan sinyal hilang. Kondisi ini membuat warga semakin tertekan,” ujar Razali, seorang warga setempat.
Mereka menilai pemerintah pusat perlu segera menormalkan jalur distribusi logistik, memperkuat jaringan komunikasi, dan mempercepat pemulihan energi. Warga khawatir respons yang lambat akan memperpanjang kesulitan yang kini dirasakan hampir di seluruh Aceh.
Masyarakat Aceh berharap penanganan bencana dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya fokus pada wilayah terendam, tetapi juga memperhatikan daerah yang terdampak secara tidak langsung.
“Negara jangan mempersulit keadaan. Kehadiran pemerintah seharusnya bukan sekadar kunjungan, tetapi tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan yang dirasakan korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” tambah warga lainnya.[]




