Nasir Djamil Tanggapi Kasus Pengeroyokan Warga Aceh di Mapolda Metro Jaya: Negara Tak Boleh Kalah dengan Preman

Nasir Djamil

PORTALNUSA.com | LANGSA – Kasus pengeroyokan warga Aceh, Faisal (50), yang diduga dilakukan sekelompok preman di ruang penyidik Polda Metro Jaya beberapa hari lalu menjadi preseden buruk terhadap institusi penegak hukum Indonesia.

Berita terkait: Bunda Salma Kecam Pengeroyokan Tokoh Masyarakat Aceh di Mapolda Metro Jaya

Menyikapi kasus tersebut, Anggota DPR RI dari Komisi III, HM Nasir Djamil kepada Portalnusa.com, Selasa 31 Maret 2026, menyesalkan insiden penganiayaan yang terjadi di tempat yang seharusnya masyarakat mendapat perlindungan.

“Kami ingatkan, negara tidak boleh kalah dengan aksi  premanisme. Kok bisa sekelompok orang datang ke kantor polisi untuk menganiaya orang lain yang sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. Ini kan aneh,” kata Nasir Djamil penuh tanda tanya.

Berita terkait: Pengeroyokan Warga Aceh di Mapolda Metro, “Usut Tuntas untuk Menghindari Konflik SARA”

Menurut Nasir, seharusnya hal seperti itu tidak terjadi apalagi di dalam markas institusi kepolisian itu sendiri.

Karenanya, Nasir Djamil meminta Kapolri untuk mengungkap kasus penganiayaan warga Aceh yang diduga dilakukan sekelompok preman di Markas Polda Metro Jaya secara transaparan, jangan ada yang ditutup-tutupi.

Siapapun yang terlibat baik pelaku di lapangan maupun aktor intelektual yang ada di belakangnya, harus benar-benar diungkap serta diproses hukum secara tegas. Karena, kasus penganiayaan terhadap warga Aceh ini telah ikut mencoreng citra insitusi kepolisian.

“Kita juga berharap Kapolri bisa mengevaluasi kinerja seluruh personil Polda Metro Jaya agar insiden serupa tidak terulang lagi. Jangan sampai negara kalah dengan preman,” demikian Nasir Djamil.[]

Berikan Pendapat

Copyright © 2025. Portalnusa.com – All rights reserved