Janji Juli Meleset, Jembatan Kuta Blang Belum Tuntas, Arus Trans-Sumatra Tersendat
PORTALNUSA.com | BIREUEN – Rekonstruksi Jembatan Kuta Blang di Desa Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, belum juga rampung hingga akhir Agustus 2026.
Pantauan Portalnusa.com pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekitar pukul 12.57 WIB, aktivitas pengerjaan masih berlangsung di lokasi. Sejumlah pekerjaan fisik, mulai dari betonisasi, pembesian bagian abutmen hingga penimbunan material, masih terlihat dikerjakan dilapangan.
Kondisi ini tentunya membuat penyelesaian jembatan meleset dari target sebelumnya yang disebut-sebuy ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Selama pengerjaan berlangsung, pengguna jalan juga masih harus melewati jembatan darurat dengan sistem buka-tutup. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama saat kendaraan dari kedua arah harus bergantian melintas.
Antrean kendaraan terlihat dari arah timur, baik dari Lhokseumawe maupun Medan, serta dari arah barat menuju Bireuen dan Banda Aceh. Kendaraan yang mengantre tidak hanya mobil pribadi, tetapi juga truk logistik dan bus antarkota.
Untuk menghindari antrean, sebagian warga memilih jalur alternatif melalui jembatan apung Pante Lhong–Pante Kumbang Baro. Namun, jalur tersebut memiliki keterbatasan karena hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan mobil berukuran kecil.
Untuk diketahui Jembatan Kuta Blang merupakan salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di lintasan Trans-Sumatra. Karena itu, keterlambatan penyelesaian proyek berdampak langsung terhadap kelancaran perjalanan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Masyarakat dan pengguna jalan berharap pihak terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta pelaksana proyek, dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan konstruksi. []










