Presentasi Hadih Maja Memukau, Dosen STIT Al-Hilal Sigli Raih Presenter Terbaik di ICHiSS 2026

Dekan FPPP UPNM Letkol Prof. Madya Dr. Hj. Noor Azmi bin Hj. Mohd Zainol (kanan) menyerahkan penghargaan Presenter Terbaik kepada Dr. Nanda Saputra, M.Pd., di Concorde Hotel Kuala Lumpur, Rabu, 16 September 2026 malam. (Foto: Dok. Nanda Saputra/ Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hilal Sigli, Pidie, Dr. Nanda Saputra, M.Pd., meraih penghargaan Presenter Terbaik pada ajang 18th International Conference on Humanities and Social Sciences (ICHiSS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan diterima Nanda setelah mempresentasikan makalah berjudul “Local Wisdom for Global Sustainability: Ecological Values of Acehnese Hadih Maja from an Ecocritical Perspective” di Concorde Hotel, Kuala Lumpur, Rabu malam, 16 September 2026.

Baca: Dosen STIT Al-Hilal Sigli Presentasikan Hadih Maja di Kuala Lumpur

Makalah mengkaji nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam Hadih Maja, sebagai salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Aceh. Nanda menyoroti bagaimana pesan-pesan dalam Hadih Maja dapat menjadi sumber pengetahuan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

“Hadih Maja tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan tradisional atau pedoman sosial, tetapi juga menyimpan pengetahuan lokal tentang hubungan manusia dengan alam. Nilai-nilai tersebut relevan dengan upaya membangun kesadaran ekologis dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Nanda kepada PORTALNUSA.com, Jumat, 18 September 2026.

ICHiSS 2026 diselenggarakan Fakultas Pengajian dan Pengurusan Pertahanan Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) bekerja sama dengan Faculty of Liberal Arts, Prince of Songkla University (PSU), Thailand.

Konferensi tersebut mengangkat tema “Harmonizing Security, Culture and Life Long Learning in a Changing World.” Berbagai persoalan global dibahas dari perspektif ilmu humaniora dan sosial, di antaranya pertahanan dan keamanan, politik dan tata kelola, hubungan internasional, ekonomi, pendidikan, teknologi, media dan komunikasi, kebudayaan, psikologi, kesehatan, hingga perubahan iklim.

Bagi Nanda, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi dirinya dan STIT Al-Hilal Sigli. Capaian itu sekaligus menjadi motivasi untuk terus melakukan penelitian dan memperkenalkan kekayaan budaya Aceh dalam ruang akademik internasional.

Ia menilai Hadih Maja memiliki nilai pendidikan dan ekologis yang penting untuk terus dikaji serta diwariskan kepada generasi muda.

Menurut Nanda, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknologi dan kebijakan. Nilai-nilai budaya yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat juga dapat digali sebagai sumber pendidikan lingkungan.

“Kearifan lokal Aceh mengajarkan manusia agar tidak memperlakukan alam secara berlebihan. Alam harus dipandang sebagai bagian penting dari kehidupan yang perlu dijaga demi keberlangsungan generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.

Penghargaan di forum internasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kearifan lokal Aceh memiliki ruang untuk dikaji dan diperkenalkan dalam diskursus akademik global, khususnya terkait pendidikan, kebudayaan dan keberlanjutan lingkungan. []