Teater Rongsokan Suarakan Krisis Satwa di Festival Teater Sumatera

Teater Rongsokan mementaskan Arisan Satwa Marga Sumatera dalam Festival Teater Sumatera di Palembang, mengangkat isu kerusakan hutan dan hilangnya habitat satwa liar.

PORTALNUSA.com | PALEMBANG – Suara harimau, gajah, orangutan, badak, hingga elang menggema di panggung Festival Teater Sumatera di Palembang. Melalui pementasan “Arisan Satwa Marga Sumatera”, Teater Rongsokan mengangkat keresahan satwa yang kehilangan habitat akibat kerusakan hutan.

Karya yang disutradarai Machfud Ridha itu diperankan Adek, Anggi, Jay, Resta, Rosa, dan Zuhra. Mereka membawa penonton melihat persoalan kerusakan hutan dari sudut pandang satwa yang terus kehilangan ruang hidup.

Cerita menggambarkan hutan Sumatera yang semakin menyempit akibat penebangan, aktivitas tambang ilegal, dan perluasan permukiman. Kondisi tersebut kemudian memicu berbagai persoalan lain, mulai dari kebakaran hutan hingga perburuan satwa.

Pementasan tidak sekadar menyampaikan pesan tentang lingkungan, tetapi juga mengajak penonton merasakan bagaimana kehilangan habitat mengubah kehidupan satwa di dalamnya.

Antusiasme penonton Palembang turut mewarnai pementasan. Salah seorang penonton mengaku terkesan dengan penampilan para aktor yang dinilai mampu membangun karakter satwa secara kuat.

“Ini bukan akting lagi, tapi ini memang jiwanya,” ujar penonton tersebut.

Machfud berharap pertunjukan itu dapat membuka kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan dan meningkatkan perhatian terhadap perlindungan satwa liar.

Keikutsertaan Teater Rongsokan dalam Festival Teater Sumatera juga mendapat dukungan dari UIN Ar-Raniry. Tim menyampaikan apresiasi kepada UIN Ar-Raniry atas dukungan yang diberikan serta kepada Taman Budaya Sriwijaya Palembang yang telah mengundang Teater Rongsokan untuk ambil bagian dalam festival tersebut.

Melalui “Arisan Satwa Marga Sumatera”, Teater Rongsokan menyampaikan pesan sederhana: ketika hutan kehilangan penghuninya, yang hilang bukan hanya pepohonan, tetapi juga kehidupan yang selama ini bergantung padanya. []