DLH Aceh Jaya Uji Sampel Air Pascajebolnya Kolam Limbah PT Syaukath, Dampak Lingkungan Belum Dipastikan
PORTALNUSA.com | CALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Jaya mengambil sampel air di kawasan terdampak jebolnya tanggul kolam limbah nomor 9 milik PT Syaukath Agro di Kecamatan Panga. Langkah ini dilakukan guna mengetahui kondisi kualitas air setelah limbah itu, diduga meluber ke kebun warga dan juga ke jalan perkebunan.
Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Madya DLH Aceh Jaya, Marhaban, mengatakan pengambilan sampel dilakukan saat timnya turun ke lokasi pada Senin, 26 Oktober 2026. Sampel selanjutnya diperiksa guna mengetahui kemungkinan perubahan kualitas air pascakejadian.
βKita sudah turun melakukan pengecekan sampel air di kawasan itu, dan mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan,β ujar Marhaban.
Menurutnya, pihak perusahaan juga telah membersihkan material limbah yang sebelumnya menutupi jalan kebun masyarakat. Jebolnya tanggul diduga dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Jaya beberapa waktu lalu.
Meski material limbah telah dibersihkan dan kondisi lokasi disebut mulai terkendali, dampak terhadap lingkungan belum dapat dipastikan. Hasil pemeriksaan sampel masih diperlukan untuk mengetahui apakah insiden tersebut memengaruhi kualitas air di kawasan terdampak.
Sebelumnya, Kepala DLH Aceh Jaya, Dwi Arjuna Rimbawan Putra, mengatakan pihaknya telah mengingatkan perusahaan agar melakukan perawatan dan pemeliharaan tanggul kolam limbah secara berkala guna mencegah kejadian serupa. Ia menyebut ketebalan tanggul telah ditingkatkan menjadi delapan meter dari sebelumnya sekitar empat meter.
Rimbawan juga menyoroti tidak adanya laporan resmi dari perusahaan ketika insiden terjadi. Menurut dia, DLH justru memperoleh informasi awal setelah menerima konfirmasi dari wartawan. Hal tersebut menjadi perhatian terkait koordinasi dan pelaporan insiden yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Humas PT Syaukath, Jhonny, menyatakan kondisi tanggul, jalan, dan kebun warga telah aman setelah dilakukan penanganan. Ia menyebut hujan deras sebagai penyebab kejadian yang berlangsung pada pekan sebelumnya.
Hingga kini, kepastian mengenai dampak lingkungan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel air. Hasil pengujian tersebut penting sebagai dasar untuk menilai kondisi kawasan terdampak dan menentukan apakah diperlukan langkah penanganan lanjutan.
Selain pemeriksaan kualitas air, evaluasi kondisi tanggul serta mekanisme pelaporan insiden juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. []













