Antisipasi Puncak Musim Hujan, Pj Sekda Aceh Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan pada November 2026. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana dan gelar peralatan di halaman gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Senin, 26 Oktober 2026.
Apel diikuti kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta personel dari berbagai instansi, di antaranya Basarnas, Dinas Perhubungan Aceh, PMI, Tagana, BPBA, Dinas Sosial, BMKG, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas PUPR.
Dalam arahannya, Taufik meminta seluruh unsur memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik untuk menghadapi kemungkinan bencana, terutama banjir dan tanah longsor yang berpotensi terjadi saat intensitas hujan meningkat.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, curah hujan diperkirakan meningkat pada 10 Zona Musim (ZOM) atau 62,5 persen dari total wilayah ZOM di Aceh pada November 2026. Angka itu meningkat dibandingkan Oktober, ketika peningkatan diperkirakan terjadi pada satu ZOM atau 6,25 persen.
“Jangan menunggu bencana terjadi untuk bertindak, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Taufik.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama instansi terkait memperkuat koordinasi lintas sektor, menyiagakan personel dan peralatan, serta menempatkan sumber daya di wilayah yang berisiko mengalami bencana.
Selain itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini, antara lain melalui pembersihan drainase dan alur sungai, pemantauan kondisi cuaca, penyebaran informasi peringatan dini, serta pengaktifan posko siaga bencana.
Pemerintah daerah juga diminta menyusun dan memastikan kesiapan rencana kontingensi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi ketika bencana terjadi.
Menurut Taufik, kesiapsiagaan perlu mendapat perhatian serius karena proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh masih berlangsung. Sejumlah warga masih menempati hunian sementara, sementara beberapa akses jalan dan jembatan masih rawan dilalui.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut seluruh jajaran untuk mengantisipasi risiko tambahan agar bencana berikutnya tidak memperburuk keadaan masyarakat yang masih dalam proses pemulihan.
Ia juga meminta evaluasi dan pelaporan dilakukan secara berkala sehingga setiap kendala dapat segera ditangani. Pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan keselamatan masyarakat, terutama kelompok rentan, harus tetap menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan.
Apel kesiapsiagaan tersebut mengusung tema “Siaga Bersama, Tangguh Menghadapi Bencana Hidrometeorologi demi Aceh yang Aman dan Tangguh.”
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Aceh mendorong seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesiapan dan memperkuat kerja sama dalam mengurangi risiko bencana, terutama saat memasuki periode peningkatan curah hujan. []













