Dandim dan Bupati Pidie Jaya Resmikan Kembali Jembatan Garuda, Akhiri Isolasi Ribuan Warga Dua Kecamatan

Bupati Pijay, Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME (tengah) bersama Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos (kanan) dan Kapolres Pijay, AKBP Tendri Wardi, SPt, SIK, MH meresmikan fungsi jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Bandar Dua dan Ulim, Selasa petang, 28 Juli 2026. (Foto Humas Setdakab Pijay untuk Portalnusa.com/ kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Ribuan warga di dua kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya kini kembali menikmati akses transportasi yang lebih mudah setelah Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Kecamatan Bandar Dua dan Kecamatan Ulim kembali difungsikan, Selasa, 28 Juli 2026.

Bisa berfungsinya kembali jembatan gantung tersebut ditandai oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, sebagai bagian dari upaya memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Jembatan Garuda adalah sarana yang menghubungkan Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, dengan Gampong Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim. Infrastruktur ini sebelumnya ambruk diterjang banjir dan cuaca ekstrem, sehingga menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Dengan berfungsinya kembali Jembatan Perintis Garuda, akses masyarakat antara Bandar Dua dan Ulim kembali terbuka. Ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat,” kata Bupati Sibral Malasyi.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber utama penghidupan warga di kedua kecamatan.

Selain itu, akses yang kembali normal juga diharapkan memudahkan pelajar menuju sekolah, mempercepat layanan kesehatan, memperlancar pelayanan pemerintahan, serta mendorong tumbuhnya aktivitas perdagangan dan investasi di wilayah tersebut.

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Ini adalah jembatan harapan yang membuka peluang kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Secara terpisah, Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengatakan rampungnya pembangunan kembali Jembatan Garuda menjadi bukti kuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan membuka akses terhadap layanan dasar.

“Penyelesaian jembatan ini merupakan hasil semangat gotong royong dan kolaborasi. Kami berharap keberadaannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan nilai jual hasil pertanian, serta memperluas akses pendidikan dan layanan publik bagi warga di kedua kecamatan,” kata Abdul Hadi.

Kembalinya fungsi Jembatan Perintis Garuda menandai berakhirnya masa keterisolasian yang dialami warga pascabencana. Bagi masyarakat Bandar Dua dan Ulim, jembatan tersebut kini menjadi simbol pemulihan sekaligus fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan di masa mendatang. []