Pale KTB, Penulis Lagu di Balik Kolaborasi Ayu Amanda dan Bergek
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Sebelum sebuah lagu dikenal luas, ada proses kreatif yang kerap luput dari perhatian. Di balik suara penyanyi yang menghidupkan lirik, terdapat gagasan, rangkaian kata, dan cerita yang dirangkai menjadi sebuah karya musik. Salah satu sosok yang menekuni proses kreatif tersebut adalah Pale KTB, pencipta lagu yang turut mewarnai perjalanan musik Aceh.
Perjalanan Pale KTB dalam dunia musik telah melahirkan sejumlah karya yang jejaknya dapat ditelusuri melalui katalog musik digital. Ia menempatkan lirik sebagai ruang untuk menyampaikan perasaan, merangkai cerita, dan menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan pendengar.
Salah satu karya yang mencatat keterlibatannya adalah lagu Rindu, yang dinyanyikan Joel Keudah bersama Cut Zuhra pada 2016. Dengan aransemen musik Y Studio Banda Aceh, lagu tersebut mengangkat kisah cinta yang tidak kesampaian.
Keterlibatan dalam karya itu menjadi bagian dari perjalanan kreatif Pale KTB, yang terus berproses di tengah dinamika musik Aceh.
Namanya juga hadir dalam kolaborasi musik bersama Bergek, penyanyi yang dikenal di kalangan pencinta musik Aceh. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana peran pencipta lagu dan penyanyi saling melengkapi dalam menghadirkan karya kepada publik.
Bagi seorang pencipta lagu, kreativitas tidak berhenti pada merangkai kata. Ada gagasan yang harus dikembangkan, pesan yang perlu disampaikan, serta pilihan bahasa yang harus disesuaikan dengan karakter lagu. Semua itu menjadi bagian dari proses panjang sebelum sebuah karya akhirnya dinikmati pendengar.
Lirik yang kuat dapat menjadi identitas sebuah lagu. Ketika dipadukan dengan komposisi musik dan karakter vokal yang tepat, sebuah karya berpeluang meninggalkan kesan dan terus diingat oleh pendengarnya.
Model Vrindavan, Karya Terbaru Bersama Ayu Amanda dan Bergek
Jejak kreativitas Pale KTB berlanjut melalui lagu Model Vrindavan, yang dibawakan Ayu Amanda featuring Bergek. Lagu tersebut menjadi salah satu karya terbarunya yang mempertemukan penulis lagu, penyanyi, komposer, dan tim produksi dalam satu kolaborasi musik.
Berdasarkan kredit resmi produksi, Pale KTB tercantum sebagai penulis lagu (writer), sedangkan Novan Solkey bertindak sebagai komposer. Proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Y Studio dan G-Nara Studio.
Produksi video musiknya melibatkan 44 Studio–Mukcan Film sebagai pengarah video (video director), Mirza Rihoen untuk penataan warna gambar (color grading), serta Diamond Production sebagai tim pendukung.
Kehadiran Model Vrindavan di YouTube turut membuka ruang bagi karya tersebut untuk menjangkau pendengar melalui platform digital. Perkembangan teknologi telah memberi kesempatan lebih luas bagi musisi dan pencipta lagu untuk memperkenalkan karya, membangun audiens, serta memperluas jangkauan musik Aceh.
Dalam kolaborasi ini, Ayu Amanda dan Bergek menghadirkan lagu melalui karakter vokal masing-masing, sementara Pale KTB berkontribusi melalui penulisan lagu. Peran yang berbeda itu menjadi bagian dari proses kreatif yang menyatukan gagasan menjadi sebuah karya musik utuh.
Menjaga Kreativitas, Merawat Perjalanan
Bagi Pale KTB, menulis lagu bukan sekadar aktivitas kreatif, melainkan bagian dari perjalanan karier dan kehidupannya. Konsistensi untuk terus berkarya menjadi hal yang ingin dijaganya di tengah perubahan selera pendengar dan perkembangan industri musik.
Ia berharap karya-karya yang dihasilkannya dapat diterima oleh pencinta musik Aceh sekaligus memperoleh dukungan agar dirinya terus berkembang dan melahirkan karya-karya berikutnya.
Perjalanan Pale KTB memperlihatkan bahwa musik tidak hanya dibangun oleh suara yang terdengar di hadapan publik. Ada pemikiran dan kreativitas di balik lirik yang dinyanyikan, yang turut membentuk karakter sebuah lagu.
Melalui Model Vrindavan bersama Ayu Amanda dan Bergek, Pale KTB kembali menorehkan jejak dalam proses kreatif musik Aceh. Baginya, perjalanan itu masih berlanjut: terus menggali gagasan, merangkai kata, dan menghadirkan karya yang diharapkan dapat menemukan tempat di hati para pendengarnya. []













