Mahasiswa KKN USK Latih Public Speaking dan Kampanye Antiperundungan di SMPN 4 Bandar Dua
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan public speaking dan sosialisasi antiperundungan bagi siswa SMP Negeri 4 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif.
Kegiatan yang digagas Kelompok 91 KKN USK Reguler XXIX itu berlangsung selama sepekan dan melibatkan siswa kelas VII hingga IX.
Ketua Kelompok 91 KKN USK, Nur Khalis Isra, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum sejak dini, sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya menghentikan praktik perundungan di lingkungan sekolah.
“Tujuannya agar siswa lebih percaya diri, berani menyampaikan pendapat, dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik di depan publik,” kata Nur Khalis, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Materi pelatihan public speaking disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USK, Izzatul Ulya. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan berbagai teknik dasar berbicara di depan audiens, mulai dari penguasaan materi hingga cara membangun rasa percaya diri saat tampil.
Tidak hanya menerima materi, para siswa juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan kelas. Mahasiswa KKN menyediakan sesi interaktif dan memberikan apresiasi kepada siswa yang berani tampil sebagai bentuk motivasi.
Menurut Nur Khalis, kemampuan public speaking menjadi salah satu keterampilan penting yang dapat membantu siswa dalam proses pendidikan maupun kehidupan sosial di masa depan.
Selain pelatihan komunikasi, mahasiswa KKN juga mengadakan sosialisasi bertema Stop Bullying yang menekankan pentingnya sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh siswa.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami dampak negatif perundungan terhadap korban maupun lingkungan sekolah, serta pentingnya membangun budaya saling mendukung di antara teman sebaya.
“Harapannya, siswa tidak hanya berani berbicara di depan umum, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” ujar Nur Khalis.
Program itu menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN USK kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang menyasar pengembangan karakter dan keterampilan generasi muda di sekolah. []








